Koper Ransel Solo

This is really really a dream job!!

Menjadi bagian dari kantor Traveling Media Network memang sebenar-benarnya rejeki. Saya bisa keliling ke kota-kota yang belum pernah saya datangi, menginap di hotel mahal, dan mencicipi berbagai kuliner khas super enak. Nggak cuma itu, semuanya dibayarin kantor. What a dream! Ternyata, masih ada lagi nih kesempatan emas yang diberikan pada hamba. Yaitu menjadi pembicara untuk acara Koper Ransel di Solo. What? Ini akan menjadi kegiatan public speaking pertama dalam seumur hidup saya. Gimana rasanya?

Emosi yang pertama muncul adalah semangat, excited, langsung heboh. Namun kegembiraan ini berkurang dan berganti menjadi panik seiring hari H tinggal hitungan jam. Secara pengalaman pertama, jadi super blank apa yang harus dilakukan. Makin dipikirin, makin stress. Namun suara gaib selalu bergema, “Apa sih yang Melisa nggak bisa? Kan, nggak ada yang nggak bisa dipelajarin.” Okay, lets beat this!

1. Modal Utama, NEKAD!

Selalu ada yang pertama dalam hidup. Ciuman pertama, patah hati pertama, hari pertama kerja, bahkan malam pertama. Selain excited, emosi yang tak bisa dipisahkan adalah takut. Tapi ya itu, semakin dipikirin, semakin stress. So, i choose to let it flow. Hajar bleh saja! Masukan dari beberapa orang kesayangan memang ditampung, tapi terlalu panik untuk disiapkan/dipraktekkan. Beberapa diantararanya adalah, siapkan joke, lempar questions, dan lain-lain. Satu dan utama yang saya lakukan: NEKAD. Bam!!

Koper Ransel Solo
Koper Ransel Solo

2. Nervous as Hell

Bohong kalo nggak gugup. Pandangan mata cuma ke penonton sebelah kiri, kanannya sampe kelupaan. Dan beberapa skenario di kepala berantakan. Nggak sedikit yang ke-skip karena lupa. Tapi, untuk ukuran yang pertama, saya memberi tepuk tangan untuk diri sendiri. I did my best! And of course will learn so much more about public speaking. Terlebih, banyak peserta yang memperhatikan. Yeay!!

Peserta di Koper Ransel Solo
Peserta di Koper Ransel Solo

3. Energi yang Menular

Apa yang bikin pengalaman menakutkan ini justru nagih? Karena semangat dan energi positif dari peserta menular.  Pandangan mereka yang bersinar, semangat untuk bertanya dan belajar bersama, somehow menjadi makanan untuk jiwa saya. Gugup ada, tapi jelas kalah dengan rasa lega bahwa apa yang berusaha saya sampaikan bisa diterima dengan baik. Ini lho yang menjadikan hidup lebih hidup, adalah bisa bermanfaat paling tidak untuk orang-orang terdekat. Apalagi bisa menggerakkan banyak orang untuk berbuat baik, berkarya? Subhanallah, energinya luar biasa. Bikin senyum di bibir bertahan hingga berminggu-minggu.

Serunya Koper Ransel Solo
Serunya Koper Ransel Solo

4. Ready to Be a Better Public Speaker

Belum kelar bersyukur jadi bagian keluarga besar Travelingyuk. Di kantor bahkan memfasilitasi para karyawannya untuk menambah skill, seperti public speaking, fotografi, videografi, dan lain-lain. Seru banget, kan? Setelah pengalaman pertama yang jauh dari sempurna tadi, saya siap mempelajari apapun yang diperlukan untuk bisa jadi lebih baik, dalam hal apapun. Heran, kenapa baru sekarang bisa merasakan bahwa belajar itu semenyenangkan ini, ya? Siapa lagi yang merasa seperti ini? Eh, saya saja?

Pengalaman pertama public speaking

Sesi #melisacurhat lagi di melisalalala.com ini jarang-jarang, lho. Lumayan untuk pengganti karena Tumblr, lemari hati dan kepala yang sesungguhnya masih disegel sama pemerintah.

Thank you, Travelingyuk untuk kesempatan luar biasanya.

Bagaimana, apakah ada ilmu tentang public speaking yang bisa dishare dan dipelajarin bareng-bareng? Boleh nih cerita di kolom komentar, ya?

7 thoughts on “Pengalaman Pertama Public Speaking, Seru dan NAGIH!!!”

  1. Wahhh pengalaman yang membanggakan ya mba bisa berbagi cerita kepada banyak orang di depan orang banyak :v, bisa jadi pengalaman buat orang lain termasuk saya tip tip nya hha, kalo saya sih seng penting yakin :v

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *