Review LLOYDS INN BALI

Bali, ada yang kurang jika dalam setahun saja tidak menginjakkan kaki di Pulau cantik ini. Di tahun 2019 ini, saya membuka tahun dengan perjalanan hotel hopping di Bali. Ada berderet tempat menginap cantik yang bikin makin nggak sabar untuk memulai. Salah satunya adalah LLOYD’S INN BALI.

Sebelumnya, saya tidak pernah nyaman stay di kawasan Seminyak. Selain macet dan too crowded, area ini terlalu panas dan gerah. Khususnya untuk saya. Namun, setelah melihat beberapa influencer berpose cantik di hotel baru super keren, wah langsung tergoda. Finally, I put LLOYD’S INN BALI to my list. Follow IG-nya, malah bikin mupeng jadi dua kali lebih berantakan dari sebelumnya. Please, holiday come earlier. Nah, seperti apa sih dalamnya hotel baru instagenic ini?

Hotel Super Instagenic

Lobby LLYODS INN BALI
Lobby LLYODS INN BALI

Saya jatuh cinta pada pandangan pertama saat melihat LLOYD’S INN BALI di laman Instagram. Beberapa influencer terlihat mendatangi acara pembukaan hotel baru ini. Pertama kali masuk, saya disambut dengan lobi yang tak terlalu luas namun ditata dengan apik. Minimalis elegan, kalau saya bilang.

Sofa di Lobby
Sofa di Lobby

Tak Perlu Datang Terburu-buru

Restoran di LLOYDS INN BALI
Restoran di LLOYDS INN BALI

Setiap kali staycation, memotret kamar sebelum diberantakin jadi momen penting bagi saya. Karenanya, sebisa mungkin mengharuskan diri untuk check in di waktu awal, sehingga cahaya masih bagus dan mendukung. Begitupun ketika akan staycation di hotel ini. Apalagi ditambah rasa penasaran tingkat tinggi dan tidak sabar untuk melihat langsung desain hotel yang bikin kesengsem, meski hanya lewat gambar.

Seat di Restoran LLOYDS INN BALI
Seat di Restoran LLOYDS INN BALI

Ternyata, di hotel ini baru bisa check in jam 15.00. Salah saya nih karena nggak cek lebih lanjut. Tidak semua hotel memberlakukan jam check in yang sama. Tamu akan mendapat welcome drink dan bisa ditunggu di kafenya yang (tentu saja) instagenic. Sayangnya, meski sudah tiba pukul tiga sore, masih diminta menunggu 10 menit lagi. Well, this is dissapointing.

Instagenic spot at LLOYDS INN BALI
Instagenic spot at LLOYDS INN BALI

Kawasan Strategis

Wah, akan jatuh cinta dengan Seminyak, nih. Apalagi, di sepanjang jalan menuju hotel, kanan kiri dipenuhi butik dan kafe super lucu. Tinggal jalan kaki dari hotel, kamu bisa keliling kulineran atau belanja. Mau ke Double Six Beach yang hits itu? Hanya perlu jalan kaki tak sampai 10 menit.

Nyatanya, itu semua kurang kuat untuk menjadi alasan saya menjatuhkan hati pada Seminyak. Deretan kafe itu tidak buka 24 jam, jam 10 malam sudah banyak yang tutup. Namun, deretan turis yang ngebir dan duduk di pinggir jalannya nggak ikut bubar. Huhu. Untuk saya yang keliling cari kopi sendirian, ini agak mengerikan.

Instagenic seat
Instagenic seat

Namanya juga Seminyak, ya. Hotel ini juga masuk ke gang-gang kecil. Jangan ngarep bisa dapat parkir gampang kalau bawa mobil. Kamu juga akan melewati depan rumah orang untuk sampai di lobinya. Lagi? No, thanks.

Sudah Plus Sarapan, tapi……

Breakfast LLOYDS INN BALI
Breakfast LLOYDS INN BALI

Saya selalu memilih hotel yang sudah include breakfast. Apalagi jika tujuan utamanya adalah staycation. Penting, karena pagi selalu cari kopi dan roti. Tenang saja, hotel ini juga sudah menyertakan sarapan dalam harga kamar. Sekitar seminggu sebelumnya, saya memberitahukan pihak hotel untuk meminta service breakfast in bed. Email dibalas sangat cepat. Namun, ternyata waktu check in tetap dapat voucher breakfast. Dan saya sudah terlalu malas untuk remind pihak hotel. Yasudahlahya, yuk sarapan.

Western breakfast
Western breakfast
Asian breakfast
Asian breakfast

Kamu akan diminta memilih western atau asian sebagai menu utama. Untuk dessert seperti buah, cake, dan lain-lain disediakan secara buffet. Tersedia juga pilihan sereal dan  bubur ayam.

Cake di LLOYDS INN BALI
Cake di LLOYDS INN BALI
Cinnamon roll at LLOYDS INN
Cinnamon roll at LLOYDS INN

Saya mencoba masing-masing, western maupun asian. Untuk western, disediakan sandwich dengan telur mata sapi setengah matang. Lengkap dengan salad segarnya. Sedang yang Asian, ada nasi campur dengan potongan ayam kari, kering tempe, dan sayur tumis. And I hate every meal on my table. Lidah saya tidak bisa menerimanya. Karena masih lapar, saya coba bubur ayam. Dan semakin kecewa. Huhuw.

Bubur ayam di LLOYDS INN
Bubur ayam di LLOYDS INN

Unfinished Design Room

Standard room at Lloyds Inn
Standard room at Lloyds Inn

Kamarnya lucuuuuuu banget banget! Serba putih, (terlihat bersih), dan tentu saja instagenic. Ada balkon, tapi nggak terlihat dari luar. Lengkap dengan hijau-hijau yang pas banget untuk foto. Mengusung tema unfinished design, lantainya tanpa ubin. Paling juara adalah bednya. Luas dan super empuk, ditambah empat bantal besar yang bikin malas bangun.

Design kamar
Design kamar
Table at room
Table at room

Sayangnya, channel televisi nggak banyak dan hilang setelah petir pertama. Saya juga kesulitan memakai hairdryer, colokan di wastafel nggak kuat untuk heat-nya. Cuma bisa angin. Baru bisa waktu dicolokin di stop kontak samping tempat tidur. Huft.

Colokan di samping tempat tidur
Colokan di samping tempat tidur

Cute Amenities

Bathroom at LLOYDS INN BALI
Bathroom at LLOYDS INN BALI
Wastafel at room
Wastafel at room

Nginep di hotel kawasan Seminyak, jangan harap kamar mandi lapang. Bathroom di LLOYD’S INN BALI menarik karena ada taman mungil di sampingnya. Jadi nggak terasa sesak meski ruangannya tidak luas. Oh and I love the amenities. Ada sabun, sampo, conditioner, dan lotion di botol-botol gemes. Tersedia juga cotton bud, sisir, dan teman-temannya. No slipper, tapi kamu akan mendapat dua pasang sandal jepit.

Amenities di LLOYDS INN BALI
Amenities di LLOYDS INN BALI
Amenities Bathroom
Amenities Bathroom

Kolam Renang Kecil, tapi Instagenic (again)

Pool at LLOYDS INN BALI
Pool at LLOYDS INN BALI

Sempet bingung, where is the pool? Ternyata kolam renang ada di lantai 3, satu atap dengan lounge. Untuk menuju poolnya, kamu akan melewati jembatan instagenic dengan dinding tinggi bertuliskan LLOYD’S INN sebagai latar belakangnya. Ada warning, jembatan ini maksimal dilewati oleh 20 orang secara bersamaan.

Instagenic logo
Instagenic logo

Poolnya tidak luas, namun cukup memanggil-manggil untuk basah-basahan. Rencananya memang ingin santai cari panas sambil baca buku. Hmmm, yang terjadi adalah balik ke kamar dan tidur sampai check out time.

Jembatan di LLOYDS INN BALI
Jembatan di LLOYDS INN BALI

Here’s the plus of LLOYD’S INN BALI:

  • Instagenic di setiap sudutnya
  • Lokasi strategis bagi yang ingin belanja atau ke kafe hits, juga beach club
  • Bed super enak
  • Amenities lucu dan cukup lengkap
  • Shower air panas oke
  • No deposit

No No No dari LLOYD’S INN BALI:

  • The food. I can’t help it.
  • Ruangan kurang lapang
  • Check in jam 3
  • Tidak ada lahan parkir
  • Too crowded (for me)
  • Dinding kamar tidak kedap suara (tipis)

LLOYD’S INN BALI adalah salah satu hotel yang sempat membuat saya ingin buru-buru liburan. Nggak sabar mau melihat langsung. Terlebih, fotonya rajin lewat di feed Instagram. But, after all. Sekali saja cukup. Bagi yang doyan foto dan menggunakan hotel hanya untuk tidur, tempat ini akan cukup dan baik-baik saja.

Namun, bagi yang doyan staycation seperti saya, hotel ini kurang memuaskan. Keluar masuk banyak hotel membuat saya tahu pasti apa yang diinginkan. Sekian review dari saya, yuk mari kembali ke Ubud.

LLOYD’S INN BALI
Jalan Arjuna ( Double Six Street ), Seminyak, Kuta, Kabupaten Badung, Bali
Standard Room (± IDR 1,1 Juta) – kamar saya
The Sky Room (± IDR 1,2 Juta) – Bathtub
The Business Room (± IDR 1,2 Juta) Twin Bed
The Garden Room  (± IDR 1,2 Juta) Balkon dengan kebun
Deluxe Triple Room (± IDR 1,2 Juta) Dengan 3 single bed
The Big Garden Room (± IDR 1,5 Juta) Kamar luas, bathtub, dan balkon kebun
My rate 3,5/5

9 thoughts on “LLOYD’S INN BALI, Hotel Super Instagenic, tapi Jangan Harap Lebih”

  1. Liburan kemarin di feed IG aku pun rame nih yang foto-foto di sini. Emang lucu sih ya tempatnya, buat foto memang cakep. Tapi aku pun risih kalo tempat instagenic gini jadi sedikit ‘keganggu’ sama orang-orang yang datang hanya untuk foto-foto (lah, sendirinya juga foto buat konten :P).

    Jadi sarapannya thumbs down nih, Mba? Lebih baik cari sarapan di luar aja kali ya. Daerah Seminyak kan banyak kafe dan restoran yang buka dari jam 7 atau 8 pagi gitu. Bisa eksplor deh.

    Makasih buat sharing-nya, ya, Mba!

    1. Ya kaaaaaaan. Lucu banget makanya semangat dan nggak sabar nunggu waktu staycationnya datang. Ngg, semua yang foto pasti nginep kayaknya..
      Wah, untuk harga segitu, paling murah masih di angka 1 jutaan per malam, sayang banget kalau masih harus cari sarapan di luar. Huhuw
      Iya, keluarg gang sudah banyak kafe dan butik lucu-lucuuu.

      Sama-sama Mba Jane, semoga bermanfaat yaa. Happy staycation 🙂

  2. Aku suka suasana hotel yang terang2 begini dan minimalis. Lebih lega dan sejuk biasanya. Sayangnya sarapannya kok kurang sip ya mbak? Mungkin nasi kuning bungkusan yang 10ribuan lebih menjanjikan ya? Hahahha

    1. Minimalis dan manis banget emang. Karena di Seminyak,jadi jauh dari sejuk. Yap, kalau saja hotel ini jual kamar tanpa sarapan yang pastinya harganya lebih miring, mungkin lumayan untuk dicoba ya Mbaa. Kapan-kapan akan hunting hotel murah meriah tapi nggak kalah instagenic, deh. Hihihi.

    1. Menurut stafnya, bisa diparkir di Double Six Beach. Dilanjutkan dengan jalan kaki, kisaran 10-15 menit.. Hehe, agar PR memang. Apalagi kalau sedang bawa koper atau barang. Ada baiknya, bisa telp beberapa saat ke recepsionisnya dan minta mereka memberi solusi yang lebih memudahkan. Selamat mencoba, ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *